TEKNIK BERDIRI (KUDA-KUDA)
Pada teknik ini bagi seorang karate-ka adalah bagian yang sangat penting. Kuda kuda merupakan awal dari semua gerakan yang akan di pelajari dari teknik ilmu beladiri karate ini. Didalam latihan ini harusalah dilakukan dengan baik agar dalam setiap gerakan yang di lakukan tidak kaku, dan gerakan yang dihasilkan dari kuda-kuda yang baik lebih sempurna. Dalam kondisi yang rilek tetapi dalam keadaan siaga agar seorang karate dapat menghadapi situasi yang yang terjadi dalam keadaan bagaimanapun. Namun pada saat melakukan tangkisan dan serangan agar dapat mengkondisikan tubuh dengan sempurna agar keadaan tubuh tetap seimbang, apa bila terjadi kesalahan dalam penempatan kuda-kuda maka akan terjadi ketidak seimbangan tubuh. Di dalam karate ada beberapa teknik kuda-kuda di antaranya adalah :
Pada teknik ini bagi seorang karate-ka adalah bagian yang sangat penting. Kuda kuda merupakan awal dari semua gerakan yang akan di pelajari dari teknik ilmu beladiri karate ini. Didalam latihan ini harusalah dilakukan dengan baik agar dalam setiap gerakan yang di lakukan tidak kaku, dan gerakan yang dihasilkan dari kuda-kuda yang baik lebih sempurna. Dalam kondisi yang rilek tetapi dalam keadaan siaga agar seorang karate dapat menghadapi situasi yang yang terjadi dalam keadaan bagaimanapun. Namun pada saat melakukan tangkisan dan serangan agar dapat mengkondisikan tubuh dengan sempurna agar keadaan tubuh tetap seimbang, apa bila terjadi kesalahan dalam penempatan kuda-kuda maka akan terjadi ketidak seimbangan tubuh. Di dalam karate ada beberapa teknik kuda-kuda di antaranya adalah :
Fudo dachi
Posisi berdiri normal. Posisi kaki selebar bahu dan telapak kaki tidak sejajar ke depan, tapi sedikit dibuka. Tangan terkepal di samping dengan posisi siap, tidak menjuntai. Sikap berdiri ini adalah yang paling sering digunakan. Jika sedang tidak melakukan basic, atau menunggu, posisi inilah yang selalu diinstruksikan oleh pembina.
Posisi berdiri normal. Posisi kaki selebar bahu dan telapak kaki tidak sejajar ke depan, tapi sedikit dibuka. Tangan terkepal di samping dengan posisi siap, tidak menjuntai. Sikap berdiri ini adalah yang paling sering digunakan. Jika sedang tidak melakukan basic, atau menunggu, posisi inilah yang selalu diinstruksikan oleh pembina.
Posisi Fudo Dachi. posisi berdiri yang paling umum.
Rapatkan kedua kaki hingga tumit ketemu tumit dan jempol kaki ketemu ujung jempol.
Heisoku Dachi, posisi berdiri dengan ujung jempol kaki dan tumit dirapatkan.
Posisi hampir mirip dengan posisi heisoku dachi. Posisi ini adalah posisi berdiri biasa, dengan kedua tumit bertemu, tetapi ujung jempol berjauhan membentuk sudut 45 sampai 60 derajat. Berat badan bertumpu pada tumit.
Musubi Dachi, sikap ini selalu ada dalam latihan pemanasan calisthenics.
Heiko dachi
Posisi berdiri normal dengan posisi kaki berjarak selebar bahu, dan posisi kaki sejajar menghadap ke depan.
Heiko Dachi, Posisi jari-jari kaki menghadap lurus ke depan.
Soto berarti luar. Dari posisi Heiko Dachi, geser jempol kaki saling menjauh sampai membentuk sudut 45 sampai 60 derajat dengan tumit.
Sotohachiji Dachi
UchihachiJi dachi
Uchi berarti dalam. Dari posisi Heiko Dachi, tumpukan berat badan ke jempol kaki, kemudian geser tumit saling menjauh sampai membentuk sudut 45 samapi 60 derajat dengan jempol kaki. Pada posisi ini, posisi pergelangan kaki, pinggang, dan lutut sedikit turun.
Sekilas agak aneh bukan?
Sanchin dachi
Posisi sama seperti UchihachiJi, hanya saja salah satu kaki maju satu telapak. Jadi nantinya tumit dari kaki depan akan segaris horizontal dengan jempol kaki belakangnya. jempol kaki tetap menghadap ke dalam dan merendah. Posisi sanchin dachi yang umum adalah kaki kanan di depan dan dalam dojo disebut sanchin dachi kanan.
Sanchin Dachi, kuda-kuda yang digunakan pada sesi latihan pertama ketika melakukan basic pukulan.
Moroashi dachi
Pada posisi berdiri tegak, buka kaki selebar bahu kemudian majukan kaki kanan satu telapak ke depan. Kedua kaki menghadap lurus ke depan dan lutut sedikit ditekuk.
Moroashi Dachi, sama seperti sanchin Dachi tapi versi tanpa mencengkram.
Kokutsu dachi
Dari posisi berdiri tegak, majukan kaki kiri persis ke depan telapak kaki kanan. Setelah itu rendahkan posisi tubuh dengan menekuk kedua lutut. Putar telapak kaki kanan dengan poros tumit sampai menghadap persis ke kanan, dan hadapkan telapak kaki kiri ke depan. Mundurkan badan sehingga kaki kanan akan menahan 70% berat badan dan kaki depan hanya 30% agar ketika disapu, tidak akan membuat badan kita kehilangan keseimbangan. Jangan lupa kaki kiri agak berjinjit.
Kokutsu Dachi, bayangkan melakukan posisi ini selama 10 menit saja...
Dari posisi Kokutsu dachi, tarik kaki depan sedikit mundur, kemudian tarik tumit tinggi-tinggi tetapi chusoku (pangkal jari kaki) masih menempel di lantai. Posisi tulang kering tegak lurus keatas.
Nekoashi Dachi, perbedaannya dengan Kokutsu Dachi adalah jarak antara telapak kaki lebih sempit dan tumit diangkat tinggi.
Kakeashi dachi
Dari posisi tegak berdiri, putar tubuh ke arah kiri dan angkat tumit kaki depan (kiri), kemudian turunkan tubuh, sehingga seakan-akan kita menduduki kaki kita.
Kakeashi Dachi, cukup sulit ketika pertama mencoba, tapi setelah mengerti fungsinya, akan mudah.
Zenkutsu dachi
Dari posisi tegak berdiri, mundurkan salah satu kaki ke belakang sampai berjarak dua lebar bahu. Kaki belakang tetap dalam keadaan lurus. Ujung jari kaki depan mengarah persis lurus ke depan sedangkan ujung jari kaki belakang menghadap samping sehingga kedua telapak kaki membentuk sudut 45 derajat. Tekuk kaki depan serendah-rendahnya hingga paha dan betis membentuk sudut 90 derajat.
Zenkutsu Dachi, posisi yang cukup sering digunakan, hampir selutuh gerakan jalan menggunakan posisi ini.
Kiba dachi
Posisi menunggang kuda. Dari posisi berdiri tegak, buka kaki selebar dua bahu, dan posisi ujung kaki menghadap sejajar ke depan. Tekuk lutut seperlunya.
Kiba Dachi, Posisi menunggang kuda. Dalam gerakan basic, kuda-kuda ini dipakai untuk gerakan uraken (uppercut) dan hiji oroshi uchi (serangan sikut mengarah ke bawah).
Shiko dachi
Dari posisi kiba dachi, dengan bertumpu pada tumit, lebarkan jarak antara dua jempol kaki sehingga membentuk sudut 90 derajat. Ini adalah posisi sumo.
Shiko Dachi, posisi sumo.
Dari posisi tegak, angkat kaki sehingga tumit berada pada lutut kaki sebelahnya.
























