Selasa, 08 November 2016

TEKNIK BERDIRI (KUDA-KUDA)


TEKNIK BERDIRI (KUDA-KUDA)
Pada teknik ini bagi seorang karate-ka adalah bagian yang sangat penting. Kuda kuda merupakan awal dari semua gerakan yang akan di pelajari dari teknik ilmu beladiri karate ini. Didalam latihan ini harusalah dilakukan dengan baik agar dalam setiap gerakan yang di lakukan tidak kaku, dan gerakan yang dihasilkan dari kuda-kuda yang baik lebih sempurna. Dalam kondisi yang rilek tetapi dalam keadaan siaga agar seorang karate dapat menghadapi situasi yang yang terjadi dalam keadaan bagaimanapun. Namun pada saat melakukan tangkisan dan serangan agar dapat mengkondisikan tubuh dengan sempurna agar keadaan tubuh tetap seimbang, apa bila terjadi kesalahan dalam penempatan kuda-kuda maka akan terjadi ketidak seimbangan tubuh. Di dalam karate ada beberapa teknik kuda-kuda di antaranya adalah :
Fudo dachi
Posisi berdiri normal. Posisi kaki selebar bahu dan telapak kaki tidak sejajar ke depan, tapi sedikit dibuka. Tangan terkepal di samping dengan posisi siap, tidak menjuntai. Sikap berdiri ini adalah yang paling sering digunakan. Jika sedang tidak melakukan basic, atau menunggu, posisi inilah yang selalu diinstruksikan oleh pembina.

Posisi Fudo Dachi. posisi berdiri yang paling umum.

Heisoku dachi
Rapatkan kedua kaki hingga tumit ketemu tumit dan jempol kaki ketemu ujung jempol.

Heisoku Dachi, posisi berdiri dengan ujung jempol kaki dan tumit dirapatkan.

Musubi dachi
Posisi hampir mirip dengan posisi heisoku dachi. Posisi ini adalah posisi berdiri biasa, dengan kedua tumit bertemu, tetapi ujung jempol berjauhan membentuk sudut 45 sampai 60 derajat. Berat badan bertumpu pada tumit.

Musubi Dachi, sikap ini selalu ada dalam latihan pemanasan calisthenics.

Heiko dachi
Posisi berdiri normal dengan posisi kaki berjarak selebar bahu, dan posisi kaki sejajar menghadap ke depan.

Heiko Dachi, Posisi jari-jari kaki menghadap lurus ke depan.

SotohachiJi dachi
Soto berarti luar. Dari posisi Heiko Dachi, geser jempol kaki saling menjauh sampai membentuk sudut 45 sampai 60 derajat dengan tumit.

Sotohachiji Dachi

UchihachiJi dachi
Uchi berarti dalam. Dari posisi Heiko Dachi, tumpukan berat badan ke jempol kaki, kemudian geser tumit saling menjauh sampai membentuk sudut 45 samapi 60 derajat dengan jempol kaki. Pada posisi ini, posisi pergelangan kaki, pinggang, dan lutut sedikit turun.

UchihadhiJi Dachi, arah jemari kaki masuk ke dalam. 
Sekilas agak aneh bukan?

Sanchin dachi
Posisi sama seperti UchihachiJi, hanya saja salah satu kaki maju satu telapak. Jadi nantinya tumit dari kaki depan akan segaris horizontal dengan jempol kaki belakangnya. jempol kaki tetap menghadap ke dalam dan merendah. Posisi sanchin dachi yang umum adalah kaki kanan di depan dan dalam dojo disebut sanchin dachi kanan.

Sanchin Dachi, kuda-kuda yang digunakan pada sesi latihan pertama ketika melakukan basic pukulan.

Moroashi dachi
Pada posisi berdiri tegak, buka kaki selebar bahu kemudian majukan kaki kanan satu telapak ke depan. Kedua kaki menghadap lurus ke depan dan lutut sedikit ditekuk.

Moroashi Dachi, sama seperti sanchin Dachi tapi versi tanpa mencengkram.

Kokutsu dachi
Dari posisi berdiri tegak, majukan kaki kiri persis ke depan telapak kaki kanan. Setelah itu rendahkan posisi tubuh dengan menekuk kedua lutut. Putar telapak kaki kanan dengan poros tumit sampai menghadap persis ke kanan, dan hadapkan telapak kaki kiri ke depan. Mundurkan badan sehingga kaki kanan akan menahan 70% berat badan dan kaki depan hanya 30% agar ketika disapu, tidak akan membuat badan kita kehilangan keseimbangan. Jangan lupa kaki kiri agak berjinjit.

Kokutsu Dachi, bayangkan melakukan posisi ini selama 10 menit saja...

Nekoashi dachi
Dari posisi Kokutsu dachi, tarik kaki depan sedikit mundur, kemudian tarik tumit tinggi-tinggi tetapi chusoku (pangkal jari kaki) masih menempel di lantai. Posisi tulang kering tegak lurus keatas.

Nekoashi Dachi, perbedaannya dengan Kokutsu Dachi adalah jarak antara telapak kaki lebih sempit dan tumit diangkat tinggi.

Kakeashi dachi
Dari posisi tegak berdiri, putar tubuh ke arah kiri dan angkat tumit kaki depan (kiri), kemudian turunkan tubuh, sehingga seakan-akan kita menduduki kaki kita.

Kakeashi Dachi, cukup sulit ketika pertama mencoba, tapi setelah mengerti fungsinya, akan mudah.

Zenkutsu dachi
Dari posisi tegak berdiri, mundurkan salah satu kaki ke belakang sampai berjarak dua lebar bahu. Kaki belakang tetap dalam keadaan lurus. Ujung jari kaki depan mengarah persis lurus ke depan sedangkan ujung jari kaki belakang menghadap samping sehingga kedua telapak kaki membentuk sudut 45 derajat. Tekuk kaki depan serendah-rendahnya hingga paha dan betis membentuk sudut 90 derajat.

Zenkutsu Dachi, posisi yang cukup sering digunakan, hampir selutuh gerakan jalan menggunakan posisi ini.

Kiba dachi
Posisi menunggang kuda. Dari posisi berdiri tegak, buka kaki selebar dua bahu, dan posisi ujung kaki menghadap sejajar ke depan. Tekuk lutut seperlunya.

Kiba Dachi, Posisi menunggang kuda. Dalam gerakan basic, kuda-kuda ini dipakai untuk gerakan uraken (uppercut) dan hiji oroshi uchi (serangan sikut mengarah ke bawah).

Shiko dachi
Dari posisi kiba dachi, dengan bertumpu pada tumit, lebarkan jarak antara dua jempol kaki sehingga membentuk sudut 90 derajat. Ini adalah posisi sumo.

Shiko Dachi, posisi sumo.

Tsuruashi dachi
Dari posisi tegak, angkat kaki sehingga tumit berada pada lutut kaki sebelahnya.

Tsuruashi Dachi, posisi kucing.

"Mae Geri"




Mae Geri adalah tendangan yang dilakukan dengan bagian cusoku, yaitu pangkal dari seluruh jari-jari kaki yang jari-jarinya dinaikkan atas. Arah serangan dari tendangan ini adalah mata. Oleh karena itu tendangan ini dinamakan Mae Geri, mae adalah mata, dan geri artinya tendangan

Cara melakukannya adalah ketika posisi sosuno kamae, atau posisi standard pada jiyo kumite, kaki yang akan menendang diangkat sambil sedikit ditekuk, kemudian dilontarkan secepat-cepatnya ke arah mata lawan hingga lurus, kemudian tarik kembali. Karena lintasan dari tendangan ini satu garis lurus, maka tendangan ini bisa dilakukan dengan amat sangat cepat dan merupakan tendangan dengan lintasan terpendek dari kyokushin. Badan badan lawan yang diserang bisa mata, kepala, dada, perut, rusuk, ataupun tulang kering.

jangan kuatir untuk membentuk cusoku yang benar. Memang bentuk jari-jemarinya terkesan rawan terkilir atau cedera oleh badan lawan ketika menyerang. Tapi kelebihan dari bentuk cusoku ini adalah, jarak serangan kita menjadi semakin jauh dibandingkan dengan tumit atau bagian kaki lainnya. Selain itu, luas permukaan dari cusoku tergolong kecil sehingga menjadikannya lebih sakit. Ingat, semakin kecil bagian yang dipukulkan, semakin sakit. Begitu juga sebaliknya.

Tendang ke depan, bukan ke atas

Kesalahan yang sering terjadi pada saat awal-awal mencoba tendangan ini adalah sasaran terlalu jauh dan tidak tepat. Jadi kaki bukannya menancap masuk ke tubuh lawan, tetapi hanya menggesek tubuh lawan. Hal ini dikarenakan jarak kurang dekat dan kaki kurang ditekuk, sehingga arah dari tendangan tidak bisa tegak lurus terhadap tubuh lawan.

Sehingga ketika awal-awal mencoba tendangan ini, lebih baik dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap mengokang, dan tahap melontarkan. Tahap pertama digunakan untuk menarik kaki sedekat mungkin dengan badan, lutut harus tertekuk sampai maksimal. Setelah itu tahap dua adalah melontarkan cusoku ke tubuh lawan. Pembagian dua tahap ini ditujukan agar ketika kaki dilontarkan, maka arahnya sudah ke depan dan dapat menancap tegak lurus ke tubuh lawan. Setelah terbiasa, maka lutut tidak perlu ditekuk terlalu banyak lagi agar lintasan semakin pendek.

Untuk power maksimal, tambahkan sentakan dan teriak pada saat puncak serangan. Badan sebaiknya dimundurkan sedikit supaya jarak jangkauan tendangan ini bisa maksimal.

Melatih Reflek Mae Geri

Tendangan ini tergolong cepat sehingga cocok untuk dijadikan snap attack, yaitu tendangan yang otomatis keluar ketika momen cocok. Tapi tentunya harus disertai dengan reflek yang bagus. Cara melatih reflek bisa dilakukan dengan memutar tubuh diikuti dengan menendang mae geri ke 4 arah secara berurutan, sesuai arah jarum jam, setelah itu sebaliknya. Lakukan sebanyak mungkin dengan hanya satu kaki, setelah selesai satu kaki, ganti dengan kaki satunya. Hal ini selain untuk melatih reflek, juga untuk mengatur kesiapan kita untuk melontarkan tendangan. Jadi harapannya, ketika musuh berpindah posisi sangat cepat pun, kita masih tetap bisa memposisikan tubuh, sekaligus melontarkan mae geri.

Untuk variasi dari mae geri ini, bisa dilakukan dengan merubah sedikit lintasan mae geri. Pada bentuk dasarnya, lintasan ayunan tendangan berasal dari bawah naik ke atas depan. Tapi cobalah untuk merubah lintasannya sedikit miring mendekati mawashi geri(tendangan melingkar) dan mengarahkannya ke rusuk agar memberikan dampak kerusakan maksimal sekaligus mengecoh konsentrasi lawan tentang arah datangnya tendangan kita.

"mawashi geri"




Mawashi artinya melingkar, geri artinya tendangan. Jadi mawashi geri artinya adalah tendangan yang melingkar dari samping. Bagian kaki yang dipukulkan adalah cusoku, yaitu pangkal jari-jari kaki. cara membentuknya adalah dengan menaikkan jari jemarinya ke atas sehingga pangkal jari-jari tersebut bisa mengenai badan lawan.

tendangan ini hampir sama dengan tendangan mae geri. Hanya saja, jika mae geri datangnya dari bawah, mawashi geri ini datangnya dari samping dengan cara memutar pinggul sehingga arah mae geri akan berbelok menjadi menyamping. bentuk dasarnya adalah kaki diangkat dan memlontarkan cusoku ke kepala lawan disertai memutar pinggul agar lintasan tendangan memotong kepala.

Tetapi, karena arah datangnya mawashi geri ini dari samping, maka kaki akan cenderung melakukan gerakan memutar dari samping. Hal ini bisa lebih dioptimalkan dengan cara mengangkat kaki ke depan, dan di momen-momen terakhir saja, baru memutar pinggul dan merubah haluan cusoku ke kepala. Karena lintasan memutar itu menjadi lebih singkat, maka cara ini akan membuat tendangan mawashi menjadi lebih cepat, ditambah dengan efek menipu karena lawan yang belum tahu gaya mawashi ini cenderung melindungi bagian depan dan bukannya bagian samping.

Tendangan mawashi yang ke arah kepala dinamakan mawashi jodan geri. Tapi tidak selalu ke arah kepala karena bisa juga ke arah rusuk dan dinamakan mawashi cudan geri. sedangkan ke arah bawah mengenai paha dan disebut mawashi gedan geri. Untuk mawashi gedan geri, tidak lazim dilakukan, karena praktisi lebih memilih menggunakan haisoku atau punggung kaki, dan sune atau tulang kering.

Kenapa mawashi geri ini sering membuat KO lawan?
1. Jawabannya adalah karena selain power tidak hanya berasal dari tenaga otot, tapi juga dari putaran tubuh dan akumulasi berat badan yang ikut dimainkan.
2. Lintasan tendangan yang memotong kepala membuat dampak kerusakan menjadi lebih parah.
3. Kepala merupakan pusat segalanya. Di dalamnya ada otak yang memproses seluruh syaraf. Jika otak terkena guncangan, tubuh akan mudah kehilangan kesadaran, keseimbangan, dan lain sebagainya.

Untuk variasinya, tendangan mawashi ini bisa juga diarahkan ke uluh hati jika kita bisa bermain-main dengan footwork. Intinya kita bergerak ke arah samping lawan, dan menendang ke arah uluh hati. Bentuk cusoku yang tajam membuatnya bisa masuk telak ke uluh hati walaupun dihalangi oleh tangan. Untuk footwork akan dibahas pada lain kesempatan.




Step by step dalam melakukan mawashi geri

(seni & ketrampilan olah-gerak tubuh)

"Pukulan dengan pisau tangan (sutho uchi)"




“Suto uchi” (pukulan dengan pisau tangan) dianjurkan bagi wanita / remaja putri maupun pria yang jarang berlatih “push up” dengan tangan terkepal, karena “sutho uchi “ memiliki tenaga besar.
Selain itu, dapat juga digunakan pukulan dengan telapak tangan bagian bawah (“teisho uchi”). “Sutho” adalah pisau tangan, ke leher/tulang selangka.



Jenis 1 “teisho uchi” ke arah dagu/dada


Jenis 2 “teisho uchi “ ke arah kemaluan



Minggu, 06 November 2016

Training SKOT






“Training Berbasis Karate untuk Psikologi Industri”
Training SKOT (Seni & Ketrampilan Olah –gerak Tubuh)
Misi : Membantu terwujudnya SDM yang intelek pemikirannya, Ulet kepribadiannya, kuat badannya.

Janji Latihan SKOT
Kami berjanji:
- Sanggup memelihara Kepribadian
- Sanggup patuh kepada kejujuran
- Sanggup mempertinggi prestasi
- Sanggup menjaga sopan santun.
- Sanggup menguasai diri.

“ Orang berlatih SKOT seperti orang membeli helm : dia tidak akan membentur-membenturkan kepalanya karena dia sudah memakai helm, tetapi dia memakai helm itu supaya kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, dia selamat”

5 Darurat SKOT
1. Berdoa kepada Tuhan supaya di jauhkan dari kesulitan.
2. Membawa teman, bila perlu membawa alat bantu bela diri.
3. (Apabila ada gangguan) Hentikan, lari, teriak minta tolong.
4. (apabila gangguan berlanjut, siap fight) kenali dirimu, kenali diri lawanmu.
5. (Apabila Terpaksa fight) Hentikan / lumpuhkan dengan satu gerakan.


Adal filosofi okinawan karate yang relevan untuk diterapkan dalam dunia kerja /pekerjaan sehari-hari, yaitu “ikken hissatsu”, yang artinya (dalam okinawan karate) “membunuh dengan satu pukulan” atau (untuk dunia kerja) sekali bertindak maka pekerjaan harus selesai (harus banyak persiapan, cermat & waspada, tidak menunda-nunda, tidak bertele-tele).

Kaum samurai selalu membawa 2 pedang

Okinawan karate menggunakan filosofi ini karena lawannya adalah kaum samurai yang mempunyai filosofi “ichigeki hissatsu” yang artinya “membunuh dengan satu tebasan”(menggunakan pedang samurai). Padahal, okinawan karate hanya mengandalkan tangan kosong, karena sebagai daerah yang dikuasai jepang, penduduk okinawa dilarang membuat dan membawa senjata. Okinawa sebelum dikuasai oleh kerajaan jepang merupakan kerajaan sendiri bernama kerajaan Ryukyu, di mana karate lahir.
Dengan demikian, sejak kelahirannya, okinawan karate sebagai beladiri tangan kosong memang disiapkan untuk mengatasi lawan yang kapasitasnya lebih kuat. Karena itu, kecerdasan (harus punya banyak akal untuk menemukan kelemahan lawan & keunggulan diri sendiri), keuletan (tidak bosan untuk berlatih terus-menerus supaya menjadi lebih baik), dan kekuatan badan (supaya bisa mengatasi lawan dalam sekali tindakan) yang menjadi filosofi okinawan karate adalah relevan untuk diterapkan dalam manajemen modern/pekerjaan sehari-hari, dimana masalah yang kita hadapi seringkali melebihi kapasitas kita.





Training SKOT tidak mengajarkan karate untuk turnamen/pertandingan olahraga.





Gichin funakoshi

Semasa hidupnya (pendiri sotokan) melarang turnamen karate, karena karate bukan untuk dipertandingkan “siapa menang siapa kalah”

Karate -> ilmu perang
           -> turnamen olahraga
           -> training skot
                    -> beladiri praktis
                    -> treatment psikologi anak.
                    -> treatment psikologi industry