Minggu, 06 November 2016

Training SKOT






“Training Berbasis Karate untuk Psikologi Industri”
Training SKOT (Seni & Ketrampilan Olah –gerak Tubuh)
Misi : Membantu terwujudnya SDM yang intelek pemikirannya, Ulet kepribadiannya, kuat badannya.

Janji Latihan SKOT
Kami berjanji:
- Sanggup memelihara Kepribadian
- Sanggup patuh kepada kejujuran
- Sanggup mempertinggi prestasi
- Sanggup menjaga sopan santun.
- Sanggup menguasai diri.

“ Orang berlatih SKOT seperti orang membeli helm : dia tidak akan membentur-membenturkan kepalanya karena dia sudah memakai helm, tetapi dia memakai helm itu supaya kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, dia selamat”

5 Darurat SKOT
1. Berdoa kepada Tuhan supaya di jauhkan dari kesulitan.
2. Membawa teman, bila perlu membawa alat bantu bela diri.
3. (Apabila ada gangguan) Hentikan, lari, teriak minta tolong.
4. (apabila gangguan berlanjut, siap fight) kenali dirimu, kenali diri lawanmu.
5. (Apabila Terpaksa fight) Hentikan / lumpuhkan dengan satu gerakan.


Adal filosofi okinawan karate yang relevan untuk diterapkan dalam dunia kerja /pekerjaan sehari-hari, yaitu “ikken hissatsu”, yang artinya (dalam okinawan karate) “membunuh dengan satu pukulan” atau (untuk dunia kerja) sekali bertindak maka pekerjaan harus selesai (harus banyak persiapan, cermat & waspada, tidak menunda-nunda, tidak bertele-tele).

Kaum samurai selalu membawa 2 pedang

Okinawan karate menggunakan filosofi ini karena lawannya adalah kaum samurai yang mempunyai filosofi “ichigeki hissatsu” yang artinya “membunuh dengan satu tebasan”(menggunakan pedang samurai). Padahal, okinawan karate hanya mengandalkan tangan kosong, karena sebagai daerah yang dikuasai jepang, penduduk okinawa dilarang membuat dan membawa senjata. Okinawa sebelum dikuasai oleh kerajaan jepang merupakan kerajaan sendiri bernama kerajaan Ryukyu, di mana karate lahir.
Dengan demikian, sejak kelahirannya, okinawan karate sebagai beladiri tangan kosong memang disiapkan untuk mengatasi lawan yang kapasitasnya lebih kuat. Karena itu, kecerdasan (harus punya banyak akal untuk menemukan kelemahan lawan & keunggulan diri sendiri), keuletan (tidak bosan untuk berlatih terus-menerus supaya menjadi lebih baik), dan kekuatan badan (supaya bisa mengatasi lawan dalam sekali tindakan) yang menjadi filosofi okinawan karate adalah relevan untuk diterapkan dalam manajemen modern/pekerjaan sehari-hari, dimana masalah yang kita hadapi seringkali melebihi kapasitas kita.





Training SKOT tidak mengajarkan karate untuk turnamen/pertandingan olahraga.





Gichin funakoshi

Semasa hidupnya (pendiri sotokan) melarang turnamen karate, karena karate bukan untuk dipertandingkan “siapa menang siapa kalah”

Karate -> ilmu perang
           -> turnamen olahraga
           -> training skot
                    -> beladiri praktis
                    -> treatment psikologi anak.
                    -> treatment psikologi industry

















































Tidak ada komentar:

Posting Komentar